Ejakulasi Dini Pada Pria, Penyebab Hingga Pengobatannya

Secara psikologis, pria disebut mengalami ejakulasi dini saat cairan sperma keluar di bawah dua menit. "Pria yang mengalami ejakulasi dini itu yang ejakulasi di bawah dua menit, kalau di atas dua menit walaupun sebenarnya sebentar juga tapi itu secara psikis tak termasuk ejakulasi dini," ujar Zoya Amirin, M. Psi., selaku psikolog seksual bersertifikat di Indonesia itu kepada wolipop di fX lifestyle X'nter, Senayan, Jakarta Selatan.

Sedangkan secara medis tidak ada kepastian waktu seorang pria disebut mengalami ejakulasi dini. Menurut Dr Andri Wanananda, seorang dokter yang mendalami masalah seksologi, ejakulasi dini berarti tidak dapat mengontrol keluarnya sperma.

"Ketidakmampuan untuk mengontrol ejakulasi sehingga membuat pasangan tidak mencapai orgasme, minimal 50 persen dari kesempatan melakukan hubungan seks gagal, dengan syarat pihak wanita tidak mengalami disfungsi seksual," demikian penjelasan Dr Andri.

Bagaimana ejakulasi dini ini bisa terjadi? Adakah gejalanya pria yang mengalami ejakulasi dini? Dan bagaimana pengobatannya? Berikut ini penjelasannya:

Ejakulasi Dini
Ejakulasi dini adalah ejakulasi tidak terkontrol yang terjadi sebelum atau sesaat setelah penetrasi seksual. Ejakulasi dini ini terjadi bahkan ketika si pria mendapat stimulasi yang minimal dan sama sekali di luar keinginan si pria. Ketika ejakulasi dini terjadi, kedua belah pihak baik suami maupun istri bisa sama-sama merasa kecewa. Hal ini pun bisa menyebabkan hubungan suami-istri bersama. Ejakulasi dini seperti dikutip dari Web MD, merupakan masalah seks yang paling umum dialami pria.

Penyebab
Sebagian besar penyebab ejakulasi dini tidak diketahui secara pasti. Seiring dengan pengalaman seks dan pertambahan usianya, pria bisa belajar untuk menunda klimaksnya. Ejakulasi dini bisa terjadi ketika pasangan pertamakali bercinta atau pada situasi tertentu atau ketika si pria sudah lama tidak ejakulasi. Penyebab psikologis seperti gelisah, rasa bersalah atau depresi menjadi faktor yang mempengaruhi pria mengalami ejakulasi dini. Pada beberapa kasus, ejakulasi dini juga bisa disebabkan karena masalah kesehatan seperti gangguan hormon, sakit, atau efek obat-obatan.

Gejala
Gejala yang pasti dari ejakulasi dini ini adalah ejakulasi tidak terkontrol yang terjadi sebelum atau sesaat setelah hubungan seks dimulai. Ejakulasi ini muncul di luar harapan dari si pria.

Diagnosa
Ketika ejakulasi dini ini sudah terlalu sering terjadi dan mulai mengganggu hubungan suami-istri, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Dokter biasanya akan bertanya tentang pengalaman seksual Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter mungkin juga bertanya pada pasangan Anda soal masalah ejakulasi dini. Dokter bisa jadi meminta Anda melakukan tes laboratorium untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang menyebabkan ejakulasi dini ini ketika faktor psikologis tidak ditemukan dalam diri pasien.

Pengobatan
Pada banyak kasus yang ditemukan, ejakulasi dini bisa sembuh seiring berjalannya waktu tanpa perlu pengobatan medis. Dengan berlatih relaksasi atau metode pengalihan pikiran bisa membantu pria mengatasi masalah ejakulasi dininya. Cara lainnya bisa juga dengan mengunakan kondom untuk mengurasi sensasi atau stimulasi pada penis. Mencoba posisi baru seperti woman on top juga dapat meminimilasir terjadinya ejakulasi dini.

Perubahan gaya hidup juga mempengaruhi kemampuan pria mengontrol ejakulasinya. Dengan berhenti merokok, minum minuman berlakohol dan obat-obatan terlarang, ejakulasi dini bisa disembuhkan.

Jika memang perlu pengobatan medisi, obat jenis antidepresan terkadang digunakan untuk mengatasi ejakulsi dini. Obat jenis ini digunakan karena salah satu efek sampingnya adalah menghambat orgasme.

gunakan FOREDI untuk mengatasi Enjakulasi dini dan GASA untuk mengatasi Disfungsi Ereksi



Sumber : wolipop