Ganestien, Zat pada kedelai menghambat HIV pada stadium awal

Sebuah studi baru menunjukkan, sebuah senyawa yang ditemukan dalam kedelai, dinilai efektif dalam mengobati HIV tanpa masalah resistensi obat yang dihadapi oleh terapi saat ini.

Menurut Yuntao Wu dan George Mason dari National Center of Biodefense and Infectious Disease and the Department of Molecular and Microbiology, mengatakan, pada stadium awal, genistein, yang berasal dari kedelai dan tanaman lainnya, menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan, dalam menghambat infeksi HIV. 

Namun, itu bukan berarti orang harus memulai untuk makan produk kedelai dalam jumlah yang cukup besar.

"Meskipun genistein kaya di beberapa tanaman seperti kedelai, masih belum pasti apakah jumlah genistein yang kita konsumsi dari makan kedelai cukup untuk menghambat HIV tersebut," ujar Wu, seperti dikutip ZeeNews, Rabu (31/7/2013)

Genistein adalah 'tyrosine kinase inhibitor', yang bekerja dengan cara menghalangi komunikasi dari sel sensor.

Ditemukan pada permukaan sel, sensor ini dapat memberitahu sel tentang lingkungan dan juga berkomunikasi dengan sel lain.

HIV menggunakan beberapa sensor permukaan, yang berguna mengelabui sel untuk mengirim sinyal ke dalam. Sinyal-sinyal perubahan struktur sel, sehingga virus bisa masuk ke dalam dan menyebarkan infeksi.

Dibutuhkan pendekatan yang berbeda, dibandingkan obat antiretroviral standar yang digunakan untuk menghambat HIV ini.

sumber : healt.liputan6.com